'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Idea
Home » Idea
Program Oce Oke Milik Kader Aisyiyah Raih Penghargaan TOP 45 Pelayanan Publik Tingkat Nasional
05 Oktober 2019 14:54 WIB | dibaca 38
oleh: Parijem (Sekretaris LPPA PDA Banjarnegara)

 

            Peran Aisyiyah cukup besar dalam pembangunan negeri ini. Selain mewujudkan keluarga yang sakinah, ternyata kader-kader Aisyiyah juga aktif beramal dan berdarma bakti membangun negara sesuai bidang kerjanya masing-masing.

            Dari sekian banyak kader Aisyiyah yang berkiprah di pembangunan saat ini, salah satu muncul dari daerah Banjarnegara. Kader yang membuktikan bahwa kader  Aisyiyah juga memiliki dedikasi tinggi, mampu berkiprah dan berprestasi. Ia adalah Khusnul Khotimah, M.Kes. Ia merupakan Pengurus PDA Banjarnegara dari Majelis Kesehatan. Khusnul Khotimah juga merupakan ASN yang bertugas seebagai Kepala UPTD Puskesmas Pejawaran. Kecamatan Pejawaran merupakan salah satu wilayah Banjarnegara bagian utara yang merupakan daerah pegunungan dan perbukitan. Jarak Pejawaran dengan ibukota kabupaten sekitar 37 km. Jarak itu pulalah yang setiap hari harus ditempuh Khusnul Khotimah untuk menunaikan tugasnya.

            Salah satu masalah besar yang harus Ia hadapi di wilayah kerjanya adalah tingginya angka kematian ibu dan bayi. Bahkan Kecamatan Pejawaran pernah menduduki peringkat tertinggi dalam kasus kematian ibu dan bayi. Sebagai gambaran tingginya kematian ibu dan bayi di Pejawaran, pada tahun 2015 daerah ini terjadi kematian 22 bayi dan 1 ibu. Hal ini tentunya sangat mengusik hati Khusnul selaku Kepala UPTD Puskesmas Peejawaran sekaligus sebagai kader kesehatan Aisyiyah. Ia resah dan mulai berpikir keras agar kasus ini bisa diatasi, paling tidak kematian ibu dan bayi bisa diturunkan. Maka dicarilah akar permasalahan dan jalan keluar dari permasalahan ini. Hasil analisa dan pemikirannya mengarah pada sebab terjadinya masalah. Menurutnya salah satu faktor penyeban tingginya kematian ibu dan bayi di Pejawaran adalah faktor keterlambatan. Ternyata masih banyak masyarakat  ( ibu hamil) yang belum memahami tanda-tanda bahaya saat proses melahirkan sehingga mengakibatkan keterlambatan  penanganan dan terlambuat merujuk. Keterlambatan merujuk jelas akan mengakibatkan keterlambatan dalam penanganan lebih lanjut. Hal ini tentu akan bisa berakibat fatal bagi ibu dan bayi, apalagi geografis Pejawaran yang merupakan pegunungan yang sangat jauh dari kota besar.

            Selain faktor tersebut, ternyata kesadaran masyarakat untuk  memeriksakan kehamilannya juga masih rendah. Belum semua ibu hamil mau melakukan pemeriksaan kehamilannya ke tenaga medis. Dari data yang diperoleh, baru 82% ibu hamil yang mau berkunjung untuk memeriksakan kehamilannya ke tenaga medis.

            Dari latar belakang permasalahan tersebut, Khusnul mencoba membuat suatu terobosan baru, yaitu pendampingan ibu hamil secara intensif. Pendampingan ini dimasudkan agar ibu hamil tumbuh kesadaran untuk rajin memeriksakan kehamilannya sehingga kalau terjadi masalah dengan kehamilannya bisa segera terdeteksi dan diatasi.

            Untuk mendukung kegiatan pendampingan ibu hamil tersebut, Khusnul memberdayakan bidan yang ada di kecamatan Pejawaran.  Sebanyak 23 orang bidan dibina dan dikerahkan untuk mensukseskan program ini. Ternyata dari 23 bidan yang ada dan harus mendampingi  banyaknya ibu hamil tidaklah mudah dan efektif.  Perbandingan 23 bidan dengan 800 ibu hamil tidaklah ideal, hal ini mengakibatkan pendampingan berjalan kurang  maksimal. Maka Khusnulpun kembali peras otak untuk mencari solusi dari permasalahan ini. Akhirnya didapatlah ide untuk memberdayakan  dan memaksimalkan peran kader kesehatan yang ada di Pejawaran. Kecamatan Pejawaran terdiri dari 17 desa dan  memiliki  230 kader kesehatan. Sebanyak 230 kader ini akhirnya direkrut menjadi relawan dalam penanggulangan kematian ibu dan bayi di Pejawaran. Program ini diberi nama “ Oce Oke”. Oce Oke singakatan dari One Client One Kader.  Para kader kesehatan tersebut dilatih dan dibekali ketrampilan khusus, selanjutnya mereka diberi tugas mendampingi satu ibu hamil. Dengan membawa lembar pemantauanara kader rutin mendatangi dan mendampingi ibu hamil.  Selain itu para kader juga mengingatkan jadwal pemeriksaan ibu hamil, mendeteksi faktor resiko dan membantu persiapan persalinan. Hal ini dilakukan secara rutin dan dengan penuh kekeluargaan sehigga ibu hamil merasa tenang dan senang menghadapi persalinan.

            Program Oce Oke  ini ternyata cukup berhasil dan efektif . Hal ini terlihat dari turunnya angka kematian ibu dan bayi di Pejawaran. Berkat keberhasilannya ini maka Khusnul mendapat penghargaan TOP 45 Pelayanan Publik Tingkat Nasional.  dari turunnya angka kematian ibu dan bayi di Pejawaran. Berkat keberhasilannya ini maka Khusnul mendapat penghargaan TOP 45 Pelayanan Publik Tingkat Nasional. Hasil inovasi ini otomatis akan dikirim ke PBB di ajang internasional United Nation Public Service. Semoga sukses, sehingga makin membawa nama baik daerah, bangsa dan juga Aisyiyah. (Parijem, LPPA PDA Banjarnegara)

Shared Post:
Arsip
Idea Terbaru
Berita Terbaru