'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Idea
Home » Idea
Penanaman Jiwa Hizbullah di Era Globalisasi Dan era Industri 4.0.
05 Oktober 2019 15:11 WIB | dibaca 26
oleh: Parijem (Sekretaris LPPA PDA Banjarnegara)

 

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al Ankabut ayat 69).

            Kata “Hizbullah” secara harfiah adalah tentara Allah. Pada jaman penjajahan dulu Hizbullah merupakan laskar muslim yang berjuang melawan penjajah dengan tujuan semata-mata mencari ridha dari Allah.

            Dalam Al Quran Hizbullah digambarkan dimiliki oleh orang-orang yang beriman kepada Allah dari hari akhir, yang tidak mau kompromi dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun mereka itu ayah-ayahnya sendiri, anak-anaknya sendiri, saudar-saudara kandungnya sendiri, maupun keluarganya sendiri. Dalam hati mereka tertanam keimanan yang sangat kuat dan yakin akan adanya pertolongan Allah. Kelak apabila mereka telah meninggal dunia, Allah menyediakan syurga dan mereka tinggal di dalamnya dengan kekal dan abadi atas ridho Allah. Golongan inilah yang disebut Hizbullah. Bahkan semua mukmin yang selalu berjuang melawan syetan dengan segala bujuk rayu dan jebakannya pada dasarnya juga termasuk Hizbullah.

            Dalam kenyataannya jiwa Hizbullah jarang kita miliki, bahkan jiwa Hizbusy syaitan yang sering menguasai jiwa kita. Hizbusy syaitan (tentara syetan) telah berkembang sedemikian pesat dan sangat tersamar, sehingga tanpa kita sadari kita bisa saja terjebak dan termasuk dalam golongannya. Diera globalisasi dunia  dan era industri 4.0 seperti saat ini, dimana kecanggihan teknologi telah mampu mengubah tata pikir dan tata laku, apabila kita tidak hati-hati dan selektif dalam menerima informasi kita bisa terseret ke dalam arus globalisasi yang disamping membawa dampak positif juga membawa banyak dampak negatif. Salah satu dampak negatif dari globalisasi  ini adalah berkembangnya sikap praktis, pragmatis, tidak ambil pusing, kurang peduli, suka jalan pintas bahkan kehidupan beragama telah makin menghilang dan cenderung mendewakan teknologi. Bagi mereka dunia adalah segalanya dan serba materialisme.

            Keadaan yang demikian maju dan pesatnya, arus informasi menjadikan dunia menyatu merupakan godaan tersendiri bagi umat Islam sekaligus tantangan yang harus kita hadapi. Banyak Umat Islam yang belum memahami hakekatnya Islam sebenarnya dan makin hebatnya serbuan ideologi dari musuh Islam (Ghazwul Fikri). Hal tersebut mengakibatkan sebagian umat Islam termakan oleh propaganda, terlena dalam kenikmatan dan kesibukan duniawi dan lupa kewajibannya sebagai hamba Allah. Keadaan ini bisa dimaklumi karena pada dasarnya musuh-musuh Islam itu akan berusaha sekuat tenaga dan kemampuan yang dimilikinya untuk menjauhkan umat Islam dari agamanya. Hal ini seperti yang terdapat di Al Quran Surat Al Baqarah ayat 217.

            Dengan berpegang teguh pada A Quran dan memperkuat aqidah, kita harus mampu menjaga diri dari serangan-serangan dan godaan-godaan dunia yang bisa menjerumuskan kita pada kehidupan hedonisme. Dengan memiliki jiwa Hizbullah kita bisa menjadi pejuang-pejuang agama yang handal lewat   bidang kerja masing-masing, dan akhirnya mampu menjadi pelita disekeliling kita. Sebagai pendidik tentunya kita wajib menjalankan tugas sesuai dengan apa yang telah kita niatkan sejak sebelum kita terjun kedunia pendidikan. Insyaallah bila kita kerjakan dengan penuh kesadaran dan bersandarkan akan mencari ridha Allah, kita termasuk dalam barisan Hizbullah di era globalisasi ini. Dengan cara masing-masing marilah kita berdakwah sekemampuan kita karena dengan dakwah itu Islam akan dapat terpelihara dan berkembang dalam peradaban manusia, sehingga sampai ke segenap pelosok bumi dan di segala kurun waktu untuk mengajarkan kepada semua manusia akan hakekat hidup, cinta, dan perdamaian serta kebahagian yangsesungguhnya. Sebuah hadist menyebutkan ”Barangsiapa yang sampai mati tidak pernah berjuang dan tidak pernah tergerak hatinya untuk berjuang maka ia mati pada salah satu cabang kemunafikan”. Semoga hal ini bisa menjadi renungan bagi kita semua. Sebagai seorang guru kita punya banyak waktu dan kesempatan untuk menanamkan jiwa Hizbullah pada anak didik kita. Dengan memiliki jiwa ini kita bisa mencetak generasi yang benar-benar berkualitas, tangguh tak tergoyahkan arus globalisasi, dan genarasi yang mampu mengibarkan kejayaan bangsanya. Dengan penanaman jiwa Hizbullah dan pendidikan karakter yang baik mari kita bantu  penerus kita agar mereka kuat dan selamat menghadapi era globaisasi dan era industri 4.0.(Parijem, LPPA PDA Banjarnegara)

 

Penanaman Kebiasaan Sholat sejak dini

Shared Post:
Arsip
Idea Terbaru
Berita Terbaru