'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Wilayah Batur dan Sekitarnya dilanda Bencana
21 Oktober 2019 15:45 WIB | dibaca 70

 

             Batur Merupakan wilayah Kabupaten Banjarnegara bagian Utara. Topografinya berupa lereng dan perbukitan. Mulai kemarin malam, Malam Ahad tanggal 19 Oktober 2019 daerah Batur dan sekitarnya dilanda bencana. Pegunungan Petarangan terjadi kebakaran yang hebat, hingga berita ini diturunkan api belum bisa dijinakkan. Disamping karena luasnya wilayah yang terbakar juga karena sulitnya Medan, sulitnya mendapat air karena musim kemarau panjang. Hal ini juga diperparah dengan hembusan angin yang sangat kencang diwilayah tersebut.
Disamping kebakaran hutan ternyata wilayah Batur dan sekitarnya sejak kemarin malam juga dilanda angin kencang yang memporak porandakan bangunan dan menumbangkan pepohonan. Wilayah sekitar Batur yang dilanda angin kencang adalah Kecamatan Pejawaran bagian timur. Kecamatan Batur hampir semua wilayahnya dilanda angin kencang, sedangkan wilayah Kecamatan Pejawaran yang dilanda angin kencang meliputi Condong campur, Gembol, Semangkung, Sidengok, Beji,Grogol, dan Ratamba. Untuk daerah yang terkena bencana, tadi pagi, Senin 21 Oktober 2019 beberapa sekolah memulangkan siswa lebih awal dan meliburkan sementara sampai kondisi benar-benar aman.  Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan anak-anak sekolah, mengingat besarnya angin yang bertiup. Dahsyatnya angin tersebut mampu menerbangkan atap-atap bangunan, merobohkan papan nama sekolahan, menumbangkan  pepohonan. Laporan sementara sekitar 13 bangunan TK, SD, dan SMA sebagian atapnya lepas terhempas angin. Sementara rumah penduduk juga sangat banyak yang tekena dampak bencana ini. 
       Menurut Bu Erna, salah satu warga Pekasiran yang sempat penulis wawancarai kejadian angin kencang mulai terjadi malam Minggu yang kemudian disusul matinya listrik. Malam Senin Bu Erna menghindari angin kencang dan menginap ke rumah ibunya di Ratamba. Ternyata di Ratambapun terjadi angin besar seperti puting beliung yang juga memporak-porandakan atap bangunan. Ia menturkan saat itu, ia bersama suaminya sedang berada di ladang dan melihat angin hitam pekat berputar-putar di atas kawasan Desa Ratamba. Hingga saat ini warga masih waspada terhadap angin kencang ini, rasa was-was masih menyelimuti mereka. Kita doakan saja semoga api di Gunung Petarangan segera teratasi dan angin segera reda dan tak kembali terulang. (pari775@yahoo.com, LPPA Bna).
Sekolahan porak poranda diterjang angin 
Pepohonan juga Tumbang diterjang angin kencang
Perumahan penduduk rusak 
Gunung Petarangan yang dilalap Si Jago Merah
 
 
 
Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari