'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
PDA Banjarnegara Ikuti Kajian Aktual PWA Jawa Tengah
30 September 2019 21:58 WIB | dibaca 90

 

Kajian Aktual PWA Jawa Tengah dan Pemantapan dministrasi Aisyiyah di Era Revolusi Industri 4.0

 

            Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Tengah dalam rangka memantau dan memantapkan Administrasi Aisyiyah  menyelenggarakan Kajian Aktual. Kajian dilaksanakan di Unimus Semarang, pada hari Ahad 29 September 2019. Kegiatan diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari 10 orang dari PWA Jawa Tengah dan 70 orang dari PDA se wilayah Jawa Tengah.

        Materi kajian aktual meliputi: Laporan Tanwir II Aisyiyah ( 2015-2020), Managemen keuangan, pengelolaan inventaris dan aset Aisyiyah serta Pembuatan E Dokumen.

      Ketua Panitia, Aminah menyampaikan tujuan kegiatan kajian aktual antara lain selain untuk menjalin silaturahmi juga untuk mendisiplinkan pengurus khususnya sekretaris dan bendahara dalan administrasi dan agar data base bisa tertib.

         Ketua PWA Jawa Tengah, Dr Umul Baroroh dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kita memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya seperti halnya diingatkan dalam Al Quran Al Asr (Demi Waktu). Lebih lanjut juga disampaikan  bahwa kita dalam berorganisasi juga harus menerapkan sikap disiplin yang tinggi. Salah satunya adalah disiplin administrasi. Dalam disiplin administrasi jangan sampai lupa ada RAB, Program Kerja dan juga evaluasi. Kekayaan organisasi juga harus terjaga dan terdata dengan inventarisasi yang baik.  Untuk meningkatkan kualitas dan menguatkan organisasi direncanakan pada tanggal 13 Oktober akan diadakan konsulidasi  dengan PWA dan sekaligus Ekspo Pendidikan. Selain itu pada tanggal 12 Oktober juga akan diadakan Konsolidasi Organisasi oleh PWA ( Biaya dan akomodasi /penginapan ditanggung PWA).      PWA Jawa tengah menargetkan Bulan Oktober database TK sudah jadi. (Parijem, LPPA PDA Banjarnegara)

Peserta Kajian Aktual

Ketua PWA Jawa Tengah, Dr Umul Baroroh memberikan sambutannya

Shared Post:
Berita Terkomentari