'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Longsor Kembali Terjadi Di Banjarnegara
03 November 2019 15:00 WIB | dibaca 24

 

               Selama ini Banjarnegara sering  sekali dilanda berbagai bencana. Longsor, kekeringan, kebakaran, angin puting beliung, gas beracun, dan berbagi bencana lainnya. Tak heran jika ada yang pernah bilang (berseloroh)  Banjarnegara itu supermaketnya bencana, Jika mau belajar tentang kebencanaan datanglah dan belajarlah di Banjarnegara. Belum usai penuntasan kebakaran Gunung Petarangan dan pembangunan kembai bangunan yang porak poranda karena angin puting beliung di daerah Batur, kemarin kita kembali dikejutkan oleh berita tanah longsor. Longsor kali ini tidak terjadi di daerah pegunungan tapi terjadi di perkotaan, dan yang lebih mengejutkan kembali longsor kali ini sampai menelan korban jiwa.   Longsor terjadi pada Hari Sabtu tanggal 2 November 2019, di Kampung Taman Sari RT 04/ I Kelurahan Parakancanggh Banjarnegara. Longsor ini diketahui pukul 06.00 WIB. Musibah longor terjadi akibat jebolnya Tanggul Irigasi sepanjang 15 meter, lebar 20 meter dan tinggi 3 meter.  Longsoran ini menimbun rumah yang ada di bawah tanggul saluran irigasi. Pemilik rumah yang terdampak parah antara lain: 1). Tulus, usia 65 tahun, seorang pedagang. Rumah tersebut digunakan juga sebagai rumah kost yang dihuni 7 orang, 2)   Darsono, 67 tahun juga seorang pedagang. 

                Seorang saksi bernama Junianto, 35 tahun  menjelaskan bahwa tanggal 1 November malam sekitar pukul 23.00 wib telah melihat retakan tanah di timur rumah yang ditempati, kemudian air dari irigasi merembes dan masuk ke jalan warga. Pagi harinya Junianto bersama Kusnen dan beberapa warga lainnya membersihkan dan menutup retakan.  Beberapa saat kemudian sekitar 1 jam kemudian saat warga yang membersihkana pulang tiba-tiba terdengar warga  teriak minta tolong ada longsor. Warga kemudian berhamburan datang ke lokasi longsor untuk menolong penduduk yang terkena longsoran.  Sabar bin hadi rahyanto, 30 tahun pedagang dari Desa Pagentan dan Darto, 50 tahun juga pedagang dari Windusari, Sokaraja Pagentan berhasil diselamatkan  dan segera dibawa ke rumah sakit, sementara korban atas nama Winoto, 45 tahun, dari desa Plumbingan Pagentan tak tertolong, meninggal dunia. Akibat longsor tersebut  selain mengakibatkan meninggalnya Winoto jug mengakibatkan 1 rumah rata dengan tanah, dan satu runah lainnya rusak.  Kejadian sudah ditangani oleh TNI/Polri dan BPBD Banjarnegara. Semoga keluarga korban tabah. Sejak kemarin memang hujan mulai turun merata di wilayah Banjarnegara. Selain hujan kita syukuri, namun dengan kejadian ini juga harus  kita tingkatkan kewaspadaan kita. Kita harus Tanggap Bencana. Tanah yang lama kering, tiba-tiba terguyur hujan lebat juga perlu kita waspadai terutama daerah yang tidak rata/datar. Semoga kita semua selamat dan tidak terjadi lagi bencana di Banjarnegara (Parijem, LPPA PDA Banjarnegara)

Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari